Breaking

Tampilkan postingan dengan label rpp smp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rpp smp. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 30, 2018

Senin, Juli 30, 2018

RPP BASA JAWA KELAS 7 K13


Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. 

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indicator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih.

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan.

Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

DOWNLOAD RPP BASA JAWA KELAS 7 SMSTR 1 office 2013/2016
DOWNLOAD RPP BASA JAWA KELAS 7 SMSTR 1 office 2003/2007

Jumat, Juni 29, 2018

Jumat, Juni 29, 2018

RPP BASA JAWA KELAS 8 K13


Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (UU No 20/2013). Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 menggariskan pencapaian tujuan berdasarkan Permendikbud No 54/2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan, isi dan bahan ajar berdasarkan Permendikbud No 64/2013 tentang standar
isi, Permendikbud No 67/68/69/70 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD/SMP/SMA/SMK serta Permendikbud No 71/2013 tentang buku teks pelajaran. Pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran Kurikulum 2013 diatur dalam Permendikbud No 65/2013 tentang Standar Proses, Permendibud No 66/2013 tentang Standar Penilaian, Permendikbud No 81A tentang Implementasi Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 memenuhi kedua dimensi tersebut. Kurikulum 2013 Muatan Lokal Bahasa Jawa dikembangkan dengan mempertimbangkan tantangan internal dan eksternal. Tantangan internal terkait dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
DOWNLOAD RPP KELAS 8 K13 SEMESTER 1
DOWNLOAD RPP KELAS 8 K13 SEMSTER 2

Selasa, Oktober 10, 2017

Selasa, Oktober 10, 2017

SENGKALAN


sengkalan adalah angka tahun yang disimbolkan dengan kata-kata, gambar, atau benda.
Sengkala dapat terwujud, karena dalam budaya Jawa masing-masing benda, sifat, atau kondisi alam memiliki angka.
 Menurut jenisnya sengkalan dibagi menjadi 3
1.       Sengkalan lamba yaitu sengkalan yang menggunakan kata-kata sing prasaja. Contoh buta, lima, naga, siji ketika dirangkai menjadi 5581, yang artinya tahun 1855
2.       Sengklan miring yaitu sengkalan yang mengggunakan kata-kata miring (seperti) atau watak segkalan lamba. Contohnya Lungiding Wasita Ambuka Bawana (1975)
Þ     Kata “lungid” yang maknanua tajam, yang dimaksudkan disini tajamnya “Gaman” (golok). Gaman mempunyai watak 5
Þ     Kata “wasita” maknaya Pituduh (pitutur jati) pituduh ini ada sangkut pautnya dengan perkataan sespuh/dewa/orang hebat. Wiku atau pandita mempunyai watak 7
Þ     Kata “ambuka” yang dimaksud disini adalah pintu atau gapura yang mempunyai watak 9
Þ     Kata “ Bawana” yang dimaksud disini adalah bumi, yang mempunyai watak 1
3.       Sengkalan memet yaitu sengkalan yang dibuat tidak menggunakan kalimat melainkan gambar, reca, candi, gedong dll. Contoh “Dik (buta) gajah tinunggalan jalma, maknane 1785 (buta: 5, gajah: 8, tinunggangan: 7, janma=1)

 

bila diterjemahkan dalam bahawa jawa seperti ini
Sengakalan yaiku unen-unen utawa tembung pepaten utawa gambar utawa wewujud lan nemu teges angkaning taun.
Ø  Miturut jinisé
Miturut jinisé sengkalan dipérang dadi telu, ya iku:
  1. Sengkalan lamba, ya iku sengkalan sing migunakaké tembung-tembung sing prasaja. Tuladha: Buta (5) lima (5) naga (8) siji (1), dadi angkané 5581 lan tegesé taun 1855.
  2. Sengkalan miring, ya iku sengkalan sing migunakaké tembung-tembung miring sakawatek sengkalan lamba. Tuladha: Lungiding Wasita Ambuka Bawana (1975).
  3. Baca juga DONGENG SAKING BANYUMAS

Selasa, September 12, 2017

Selasa, September 12, 2017

KISI-KISI UN DAN USBN SMP,SMA,SMK 2018

Download Kisi-Kisi Ujian Nasional (UN/USBN) Tahun 2017/2018 untuk jenjang SMP,SMA dan SMK. Dalam rangka mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi ujian maka perlu untuk mengetahui kisi-kisi ujian nasional yang dilaksanakan bulan Mei 2018. Dengan mengetahui kisi-kisi ini Bapak dan Ibu Guru beserta peserta didik dan orang tua dapat merumuskan strategi-strategi dalam menyelesaikan soal.
Kisi-kisi ujian nasional tahun 2017/2018 ini diperoleh dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang diterbitkan tanggal Agustus 2017.

Selasa, Juni 12, 2012

Selasa, Juni 12, 2012

RPP BASA JAWA KELAS 9 DW

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah                       : SMP Nurul Islami Semarang
Mata Pelajaran            : Bahasa Jawa
Kelas / Semester          : IX / I (satu)
Standar Kompetensi   :
Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa. 
Kompetensi Dasar       : Mendengarkan sandiwara.               
Indikator                     :
1.   Mampu mengungkapkan isi sandiwara secara tertulis. dalam berbagai ragam bahasa Jawa.
2.   Mampu menjelaskan unsur    intrinsik sandiwara.
3.   Mampu menuliskan rangkuman isi legenda.
4.   Mampu menceriterakan kembali isi legenda.

Alokasi Waktu            : 2 x 40 menit