20 Juni 2012

LAPORAN PERJALANAN


LAPORAN PERJALANAN
SMP NURIS KE PULAU DEWATA
2009/2010
Laporan Perjalanan ini
untuk melengkapi tugas
bahasa Indonesia







XXXXXXXXXXXXXXXXXXX
6640
DEPARTEMEN PENDIDIKAN
SMP NURIS SEMARANG
Jl.


KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala Rahmat Nya kepada kita semua, sehingga penyusun dpat menyelesaikan laporan perjalanan study tour ke pulau dewata Bali.
Tujuan penulis menyusun laporan perjalanan ini guna melengkapi tugas mata pelajaran bahasa Indonesia. Juga sekaligus sebagai kenangan dalam masa SMP.
Tak lupa penulis berterima kasih kepada :
1. Kepala Sekolah,
2. Wali kelas
3. BAPAK/ IBU selaku Guru Mata Pelajaran Bhs Indonesia sekaligus Pembimbing,
4. Teman-teman, dan
5. semua pihak yang telah membantu langsung maupun tidak langsung pembuatan laporan ini.
Dalam laporan perjalanan ini memuat berbagai hal saat pemberangkatan sampai pulang kembali ke NURIS.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Semarang, 16 Mei 2010
Penyusun







DAFTAR ISI
Cover ...................................................................... i
Kata Pengantar......................................................... ii
Daftar Isi................................................................... iii
Daftar Gambar.......................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang................................................ 1
  2. Tujuan Penulisan............................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
  1. Keberangkatan.............................................. 3
  2. Tempat Tujuan
- Hari ke 1....................................................... 3
- Hari ke 2.................................................... 5
- Hari ke 3..................................................... 8
- Hari ke 4................................................... 10
C. Kepulangan...................................................... 11
BAB III PENUTUP
A. Simpulan......................................................... 12
B. Saran............................................................... 12


























BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan program tahunan di SMP NURIS Semarang setiap tahunnya diwajibkan (bagi yang berminat dan mampu) untuk mengikuti studi wisata bagi semua siswa-siswi kelas VIII. Untuk program studi wisata pada tahun ini dilaksanakan pada tanggal 5-9 Mei 2010 dengan tujuan wisata ke Pulau Bali. Adapun lokasi wisata yang akan dikunjungi para siswa-siswi SMP NURIS, antara lain :
  1. Tanah Lot
  2. Pusat grosir “Karang Kurnia”
  3. Tanjung Benoa
  4. Pabrik Kata-kata “Joger”
  5. Pantai Kuta
  6. Kota Gianyar (menyaksikan kesenian Tari Barong)
  7. Pusat oleh-oleh “Cah Ayu”
  8. Pusat pengerajin bedcover “Sahadewa Bedcover”
  9. Museum Bajra Sandi
  10. Pantai Sanur
  11. Pasar Sukawati
  12. Danau Bedugul
Karena studi wisata ini merupakan kegiatan siswa di luar sekolah, maka setiap siswa pun diwajibkan untuk membuat sebuah laporan perjalanan seusai dilaksakan studi wisata ini. Laporan perjalanan tersebut berisi tentang uraian beberapa kegiatan-kegiatan atau hasil dari beberapa pengalaman yang didapat para siswa selama mengikuti studi wisata ke Bali. Sehingga laporan perjalanan studi wisata ke Pulau Bali ini merupakan salah satu tugas untuk masing-masing siswa guna sebagai hasil laporan siswa selama kegiatan di luar sekolah.
Sebagai seorang siswa-siswi yang cinta budaya-budaya Indonesia tidak salahnya apabila kita mengenal lebih jauh budaya-budaya salah satu provinsi di Indonesia yaitu Bali. Dengan melakukan studi wisata dan melakukan observasi secara langsung di Bali. Agar pengetahuan dan pengalaman itu selalu kita ingat, maka perlu membuat sebuah laporan perjalanan tentang hasil studi wisata kita ke Pulau Bali.
B. Tujuan Penulisan
Dalam penulisan laporan perjalanan ini, penulis memiliki beberapa tujuan, antara lain:
  1. Sebagai pemenuhan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI semester genap.
  2. Mengenal budaya-budaya serta tempat wisata yang ada di Pulau Bali.
  3. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang adat dan kebiasaan masyarakat di Pulau Bali.
  4. Berbagi pengalaman yang dirasakan penulis dengan para pembaca.
  5. Agar penulis lebih mengetahui dan memahami tentang tata cara pembuatan laporan perjalanan.







BAB II
PEMBAHASAN
A. Keberangkatan
Perjalanan kami ke Pulau Dewata Bali dimulai pada hari Rabu 5 Mei 2010. Pagi-pagi sekali saya sudah mempersiapkan apa yang akan saya bawa, walaupun hanya mengecek ulang saja, takut kalau ada yang tertinggal karena sudah saya siapkan tiga hari sebelumnya. Pukul 07.00 WIB saya telah tiba di Kawedanan sesuai kesepakatan. Di sana sudah berjajar enam bus yang akan mengantarkan rombongan kami berwisata atau study tour tepatnya ke pulau Bali. Sudah terbayang di angan saya betapa elok nan indahnya pulau Bali yang akan saya kunjungi ini. Ternyata bukan hanya deretan bus saja yang telah tiba di kawedanan, namun juga hampir semua teman satu angkatan saya telah tiba di situ. Bukan main barang bawaan teman2 saya. Ada yang membawa satu tas penuh berisi makanan, ada juga yang membawa dua koper. Seperti orang mau pindah rumah saja pikirku. Tidak lama setelah itu kami telah diberi komando untuk segera mencari bus dan tempat duduk masing-masing yang telah ditentukan sebelumnya. Saya berada di bus B dengan setengah dari teman sekelas saya dan setengah lagi adalah kelas XIAkupun berdo’a semoga diberi keselamatan dan kesehatan selama perjalanan.
B. Tempat Tujuan
- Hari ke 1
Perjalananpun dimulai. Dalam perjalanan saya sempat tertegun melihat banyak di antara teman perempuan yang sewaktu sekolah mengenakan kerudung, di sini mereka melepas kerudungnya. Dalam hati saya bergumam ‘eman-eman’. Tapi sudah lah, itu bukan urusan saya, yang penting adalah saat itu saya sedang melakukan perjalanan menuju pulau Dewata. Di dalam bus saya dan teman-teman saling bercanda tawa. Saya senang dapat tertawa lepas bersama mereka. Suasana keakrabanpun semakin terasa ketika kami saling berbagi makanan.
Tak terasa kami sudah melewati perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pukul 10.30 WIB kami sampai di Rumah Makan Putra untuk makan siang dan istirahat sejenak. Di sana saya mendapatkan pengalaman unik, yaitu kami makan beralaskan anyaman rotan dan dilapisi kertas minyak sebagai dasarannya. Walaupun belum waktunya makan siang, saya tetap makan dengan lahap mengingat perjalanan kami masih sangat panjang. Setelah perut kami terisi penuh dan beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan kembali.
Di dalam bus saya melihat pemandangan di sepanjang jalan. Tanpa terasa saya tertidur pulas. Pada pukul 03.00 WIB saya dibangunkan oleh seorang teman yang mengatakan kalau sudah berada di POM bensin. Sementara bus mengisi bahan baker, saya dan teman-teman turun dari bus dan melaksanakan sholat. Kamipun melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang panjang membuat kami merasa bosan dan penat. Sampai akhirnya kami sampai juga di Pelabuhan Ketapang. Sebelumnya kami sempat mampir ke POM Sitibondo untuk sholat dan makan malam. Kamipun melewati PLTU PAITON. Saat kami melewatinya, kami disuguhi pemandangan yang sangat luar biasa indah. Ratusan bahkan ribuan lampu membuat mata kami yang tadinya rapat, menjadi melek kembali.
Kami menyeberang dari Pelabuhan Ketapang pada pukul 23.00 WIB sampai 02.00 WITA. Kapal yang terombang-ambing gelombang air membuat perut saya menjadi mual. Sayapun memutuskan untuk mendengarkan musik dari HP saya agar dapat melupakan rasa mual di perut saya.
- Hari ke 2
Hari ke 2 perjalanan, kami masih berada di dalam kapal. Baru pukul 02.00 WITA kami telah sampai di Pelabuhan Gilimanuk. Senang rasanya dapat menginjakkan kaki di Pulau Dewata. Tanpa basa-basi dan istirahat sedikitpun, kami melanjutkan perjalanan.
Tujuan kami di hari pertama di Pulau Dewata ini adalah menuju Tanah Lot. Sampai di sana sekitar pukul 04.00, kami tidak langsung menikmati pantainya, namun kami isoma ( istirahat, sholat, makan ) terlebih dahulu di area parkir. Baru sekitar pukul 05.30 kami bergegas ke pantai. Sesampainya di sana, mata kami langsung dimanjakan dengan ke elokan pura di pinggir pantai. Konon kabarnya jika air laut sedang pasang, pura tersebut seakan terdapat di tengah laut. Itulah yang disebut Tanah Lot.

Setelah puas menikmati seluk-beluk Tanah Lot, kami bergegas ke Bali Agung. Di sana kami makan pagi dan berbelanja sedikit oleh2 untuk keluarga. Namun ternyata setelah kami berada di Bali Agung, kami di ajak oleh Ni Wayan Puji Astuti atau Mbok Tutik ke Karang Kurnia. Mbok Tutik adalah tour guide di bus kami, sedangkan Karang Kurnia adalah tempat berbelanja oleh-oleh.
Sinar matahari saat itu sangat panas, sehingga saya memutuskan untuk masuk ke dalam bus menikmati AC di dalamnya. Namun rasa panas itu belum ada apa-apanya ketika kami sampai di Pantai Tanjung Benoa. Pasir putih yang menyilaukan mata dan terik matahari yang membakar kulit tidak menyurutkan semangat kami untuk mengeksplorasi pantai tersebut. Sebelum memulai mengeksplorasi pantai, kami makan terlebih dahulu. Di pantai tersebut terdapat berbagai permainan, di antaranya bananaboat, paralayang, flyingfish, dan lain-lain. Dapat juga kita berkunjung ke Pulau Penyu. Di sana terdapat penangkaran penyu yang sekarang mulai langka karena kegemaran masyarakat bali mengkonsumsi daging penyu.
Jadwal perjalanan yang padat dan waktu yang terus berjalan, membuat kami bergegas ke JOGER. Sebelum ke jogger, kami berhenti di Central Park, di sana kami mendapat tiket. Ternyata di sana mulai dari Central Park-joger-pantai kuta-Central Park, kami harus mandiri alias tanpa pengawasan. Mendengar kata itu, saya dan teman-teman langsung bersemangat. Sesampainya di joger, saya tertegun melihat orang yang berjubel di sana. Namun saya tetap bersemangat untuk berbelanja. Ruangan yang sempit seakan tak sepadan dengan kerumunan orang yang sangat banyak, maklum karena di hari selanjutnya joger tutup. Di joger saya hanya mendapat satu kaos karena sudah capek dan tidak tahan dengan bau peluh banyak orang yang menyengat.
Pantai Kuta sudah terngiang di otak. Selepas dari joger, saya beserta beberapa teman mengambil rute jalan kaki untuk sampai ke pantai. Berbeda dengan teman-teman yang lain. Meraka naik angkot biru yang sudah berada di depan joger dan dengar-dengar sopir angkot di sana galak-galak. Di sepanjang perjalanan dari joger-pantai, kami tak jarang bertanya dengan warga sekitar. Cukup jauh tapak kaki kami melangkah, sekitar 1 km. Namun semakin jauh perjalanan kami, kamis semakin menikmatinya. Lelah dan letih kami terbayar sudah ketika kami tepat berada di bibir pantai kuta. Hal pertama yang saya dan teman-teman saya lakukan adalah secepatnya untuk mandi di pantai.

Air pantai yang asin sedikit membuat perut saya mual. Melihat teman-teman saya asyik bermain air, saya pun melupakan perut saya yang sedikit mual. Tanpa basa-basi saya berenang sedikit ke tengah pantai untuk merasakan deburan ombak. Sensasi yang luar biasa dan baru kali ini saya rasakan.
Puas bermain air, saya beranjak untuk membilas badan saya yang dipenuhi pasir di toilet. Penjaga yang tidak ramah membuat saya sedikit geram dan emosi. Kami kembali lagi ke Central Park dengan naik komotra. Lagi-lagi ketidak ramahan terlihat dari sopir komotra. Sesampainya di Central Park kami tidak menunggu lama melanjutkan perjalanan untuk cek in hotel. Puri Nusa Indah adalah nama hotel yang akan kami tempati selama dua malam di Bali
- Hari ke 3
Perjalanan di hari ke tiga kami awali dengan mengunjungi Putra Barong. Kali ini kami akan menikmati tarian barong yang terkenal. Sedikit nyleneh namun tidak lepas dari budya khas bali. Kami sangat terhibur dengan guyonan serta lenggak-lenggok para penari dan tentu saja barongnya.
Cah Ayu yang artinya adalah orang cantik merupakan tempat pusat jajanan dan oleh-oleh khas bali. Di sini saya tidak berminat untuk berbelanja, mengingat di perjalanan selanjutnya telah terjadwal di sebuah pasar murah. Mengapa saya menyebut demikian? Karena di pasar tersebut kita dapat menawar harga sampai setengah atau bahkan lebih murah dari pada itu.
Namun sebelum itu saya dan kawan-kawan mengunjungi pusat pembuatan bedcover ‘Saha Dewa’. Harga yang sangat mahal membuat ‘kawanan’ kami sedikit enggan merogoh kocek dalam-dalam. Tidak jarang pula saya dan teman-teman memanfaatkan beberapa momen di Saha Dewa untuk berfotoria.
Jadwal selanjutnya adalah mengunjungi museum perjuangan rakyat Bali ‘Bajra Sandi’. Perut yang berkerut dari dalam menandakan cacing-cacing di dalam sedang berdemo karena kelaparan. Sebelum melanjutkan perjalanan ke museum, kami kembali ke hotel untuk makan siang dan istirahat sejenak. Museum Bajra Sandi merupakan museum yang dibuat untuk mengenang perjuangan rakyat bali. Di dalamnya terdapat banyak monogarfi tentang perkembangan rakyat bali. Pada puncak museum terdapat ruangan yang apabila kita berada di sana, kita dapat melihat pemandangan yang elok dan memanjakan mata. Terdapat satu peraturan yang harus dipatuhi di sana, yaitu bagi kaum hawa yang sedang berhalangan, dilarang keras untuk memasuki bagian puncak museum.
Pantai Sanur adalah tujuan kami selanjutnya. Terjangan ombak yang besar dan tatanan batu di bibir pantai membuat saya mengurungkan niat untuk menceburkan diri di pantai. Di sana saya hanya menikmati pantai sambil duduk dan bercengkerama dengan teman. Tanpa diduga, saya dan beberapa teman saya bertemu dengan outsider bali. Outsider adalah nama bagi penggemar band rock Superman Is Dead yang notabene berasal dari bali. Saya dan beberapa teman saya yang juga outsider berkenalan dengan outsider bali tersebut dan bercengkrama sebentar. Setelah kami disuruh untuk segera bergegas naik bus, kami pun berpamitan dengan mereka.
Di dalam bus, tour guide kami memberitahu kalau tujuan kami kali ini adalah ke Pasar Sukowati. Suasana dalam bus pun menjadi sorak-sorai mendengarnya. Sesampainya di sana saya langsung berburu oleh-oleh. Mulai dari gantungan kunci, kaos, sampai bedcover saya dapatkan dengan harga relatif miring. Sempat bingung dan canggung saat saya masuk ke dalam pasar tersebut. Karena setiap orang yang lewat, pasti akan dipaksa untuk membeli. Maka kita harus tahan terhadap buaian dan rayuan para pedagang di sana.
Setelah menghabiskan uang saku, kami kembali ke hotel untuk istirahat. Malam kali ini adalah malam terakhir saya berada di Bali. Karena besok adalah hari terakhir kami study tour.
- Hari ke 4
Hari terakhir kami di Bali. Sabtu, 8 Mei 2010 di awali dengan mempersiapkan semua yang akan dibawa pulang. Pukul 05.30 saya sarapan pagi dan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan terakhir kami di Pulau Dewata ini. Tujuan kami yang terakhir tinggal satu, yaitu adalah Danau Bedugul. Sebuah danau yang konon dahulu adalah bekas air seni seorang raksasa. Perjalanan dimulai pada pukul 08.00 dari hotel. Perjalanan menuju puncak gunung yang dipenuhi tikungan-tikungan tajam dan jalan yang naik turun membuat perut saya mual dan merasa ingin muntah. Namun perasaan itu berubah seketika saat bus sudah berjalan mendekati puncak. Pemandangan yang indah dan mempesona mata, dihiasi rumah-rumah adat dan sesekali terdapat villa yang besar, sungguh memanjakan mata.
Ternyata pemandangan selama perjalanan tadi belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pemandangan di danau Bedugul. Air danau yang tenang dikelilingi gunung yang menjulang menjadikan pesona Bedugul menjadi misterius. Saya pun tertarik untuk mengeksplor lebih jauh dengan menaiki boat yang disewakan. Di seberang danau terdapat dua tempat menarik, yaitu taman bunga dan pura di tengah danau. Namun sayang, saya hanya diperbolehkan untuk mengunjungi taman bunga karena di pura tersebut sedang berlangsung persiapan hari raya kuningan.
C. Kepulangan
Semua jadwal study tour selama di Pulau Dewata telah usai. Setelah kunjungan wisata ke Bedugul, kami langsung melanjutkan perjalanan pulang. Saya dan rombongan dari bus B sangat beruntung karena sopir di bus kami selalu menempatkan busnya di barisan paling depan, sehingga saat melewati pantura, kami sempat melihat pesona matahari terbenam di sepanjang pantai yang kami lewati. Walaupun kami hanya bisa memandang pesona alam tersebut di dalam bus, kami sangat menikmatinya. Sampai akhirnya kami tiba di Ambarawa pada pukul 04.30 pagi.












BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari laporan perjalanan yang penulis susun diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Studi wisata yang dilaksanakan oleh SMA N 1 Ambarawa ke pulau Bali periode 2009/2010 dilaksanakan pada tanggal 5-10 Mei 2010 yang pemberangkatannya dimulai dari Kecamatan Ambarawa pada pukul 07.10 WIB. Rombongan terdiri dari 6 bus. Tiba di Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada hari Kamis, 6 Mei 2010 pukul 01.00 WITA.
Tujuan wisata yang dituju di Pulau Bali pada hari pertama adalah Tanah Lot, Karang Kurnia, Tanjung Benoda, Joger, Pantai Kuta, kemudian cheek in di hotel Puri Indah. Pada hari kedua, tujuan wisata dilanjutkan ke pertunjukkan Tari Barong, Cahayu, Sahadewa, kembali ke hotel, dilanjutkan ke Museum Bajre Sandi, Pantai Sanur, dan Pasar Seni Sukowati, kemudian beristirahat di hotel pada hari ketiga, perjalanan dilanjutkan ke wisata terakhir yaitu Bedugul kemudian perjalanan pulang.
Kepulangan dari pulau Bali dimulai dari Bedugul dan sampai kemudian dilanjutkan menyeberang dengan kapal Ferry selama kurang lebih 30 menit dan tiba di pelabuhan Ketapang. Perjalanan dilanjutkan, dan sampai di Ambarawa pukul 04.30 WIB.
B. Saran
Sehubungan dengan penulisan laporan perjalanan ini, penulis menyarankan kepada para pembaca yang budiman untuk :
a) Sebagai siswa pelajar NURIS yang baik, sebaiknya saya tetap selalu menjaga nama baik NURIS selama berlangsungnya studi wisata. Saya harus tetap tetap menjaga sikap ketika berstudi wisata walaupun saya tidak sedang melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa saat di sekolah. Dengan demikian saya tetap melakukan kegiatan studi wisata tidak bebas sepenuhnya, namun bebas yang terbatas.
b) Siswa diharapkan selalu memperhatikan situasi dan tetap waspada ketika membawa uang banyak. Hal itu tidak boleh diremehkan, karena tidak sedikit kejadian kecopetan atau kehilangan uang saat berwisata ke Bali.
c) Berhati-hatilah ketiak berwisata di tempat-tempat yang berbahaya seperti di pantai, danau dll. Apabila saya menghiraukannya, akibatnya akan fatal dan merugikan diri saya sendiri dan orang lain.
d) Ketika siswa mulai berbelanja di tempat penjualan oleh-oleh seperti halnya di pasar Sukowati. Agar bisa menawar harga barang untuk lebih murah. Apabila saya tidak bisa sebaiknya saya meminta bantuan, atau rombongan wanita yang diharapkan pandai menawar.
e) Siswa harus bisa tetap memperhatikan waktu kapan mereka mulai masuk objek wisata. Hal itu dapat mempengaruhi jadwal yang telah dipersiapkan, apabila saya tidak mengindahkan hal tersebut.